Kisah Ketika Nabi Isa Ingin Jadi Umat Nabi Muhammad SAW

Diposting pada
Loading...

Suatu hari, Nabi Isa berjalan menuju puncak sebuah gunung untuk beribadah. Di sana, ia menemui batu besar putih yang warnanya mirip air susu. Nabi mengamati keindahannya dengan mengitarinya secara perlahan. Belum selesai mengitarinya, Allah lalu berfirman, “Wahai Isa, senangkah engkau jika Aku menunjukkan padamu sesuatu yang menakjubkan?”

“Tentu, wahai Tuhanku.”

Loading...

Tidak lama kemudian batu besar itu terbelah dengan sendirinya. Tampaklah di dalamnya seorang laki-laki yang sedang sholat, rambutnya telah memutih, di sisinya sebuah tongkat biru dan anggur segar. Setelah beribadah, Nabi Isa menyapanya. “Wahai Syekh, bagaimana Anda bisa bertahan hidup di dalam batu ini?”

“Bukankah Anda melihat anggur segar di hadapanku? Inilah rezkiku sepanjang hari,” kata manusia dari dalam batu itu.

“Sejak kapan Anda beribadah pada Allah di dalam batu ini?” tanya Nabi Isa kembali.

“Sejak empat ratus tahun lalu.”

“Ya Allah,” kata Nabi spontan dengan suara parau dan penuh rasa takjub. Putra Maryam as itu melanjutkan, “Sungguh, saya tidak mampu membayangkan ada makhluk Allah yang lebih mulia darimu.”

Kemudian Allah menurunkan wahyu pada Isa, “Sesungguhnya kelak akan datang suatu umat, yaitu umat Muhammad saw. Jika mereka beribadah pada-Ku dengan sungguh-sungguh, kedudukan mereka lebih mulia di sisi-Ku daripada orang yang beribadah selama empat ratus tahun ini.”

“Ya Allah, betapa beruntungnya umat Muhammad dan betapa bahagianya saya jika Engkau menjadikanku sebagai bagian dari umat Muhammad,” kata Nabi Isa separuh meminta.

Nabi Isa Paling Dicintai Nabi Muhammad

Ternyata Nabi Isa itu paling dicintai oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ada perintah bagi kaum Nashrani untuk mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan nanti akan dijelaskan pula bahwa agama para nabi itu satu, yaitu Islam dan Tauhid.

Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan di dalam shahihnya :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَالْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

Muhammad bin Sinan menuturkan kepada kami. Dia berkata; Fulaih bin Sulaiman menuturkan kepada kami. Dia berkata; Hilal bin Ali menuturkan kepada kami dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari Abu Hurairah –radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu.” (HR. Bukhari

Sumber: islamindonesia.id  | muslim.or.id

Loading...