Hanya Satu Pertanyaan, Komandan TNI buat Penyusup saat Mahasiswa Demo Tak Berkutik

Diposting pada
Loading...

Tak sedikit aksi unjuk rasa atau demonstrasi tolak UU Ciptaker berakhir ricuh. Beberapa bangunan, kendaraan TNI ataupun Polri hingga fasilitas umum dirusak oleh oknum-oknum tertentu. Siapa sangka, salah satu komandan TNI berhasil membongkar penyusup yang berkedok rakyat dan mahasiswa. (foto cover: ilustrasi, sumber)

Melalui sebuah video berdurasi 2 menit 20 detik, komandan TNI ini mengumpulkan para mahasiswa dan memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa. Hanya dengan satu pertanyaan, sekelompok penyusup di kalangan mahasiswa bisa terbongkar. Sontak video tersebut langsung menjadi sorotan dan viral di media sosial.

Penasaran dengan cara TNI membongkar penyusup di kalangan unjuk rasa mahasiswa? Melansir dari akun Instagram pasukan_tempur, Senin (12/10/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

Pertanyaan Mematikan
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat seorang komandan TNI mengumpulkan para mahasiswa unjuk rasa di suatu tempat. Bukan untuk memberikan sanksi, mereka dikumpulkan untuk diberikan arahan dan pencerahan. Sebab, masih ada saja oknum-oknum nakal atau preman yang menyusup sebagai mahasiswa dalam aksi unjuk rasa.

“Adik-adik harus bisa memastikan yang ada di sini adalah betul-betul mahasiswa. Saya lihat sudah ada indikasi-indikasi yang dia belum ada mahasiswa,” ujar komandan TNI kepada para kumpulan mahasiswa.

“Mahasiswa boleh bertato apa tidak?,” tanya komandan TNI.

“Tidak,” jawab para mahasiswa kompak.

Suruh Buka Topi

Komandan TNI ini lantas menyuruh para mahasiswa di sana untuk membuka topinya. Alasannya agar mereka mengetahui mana saja orang-orang yang mengaku mahasiswa namun memiliki tato di tubuhnya. Akibatnya, sejumlah oknum terbongkar penyamarannya di tengah kumpulan mahasiswa, anggota TNI dan Polri.

“Coba cari di sini, ada yang bertato. Dibuka topinya, buka topinya. Siapa yang bertato angkat tangan,” pinta komandan TNI tersebut.

“Ya sampean dari mana? Sampean dari mana? Mahasiswa bukan? Keluar. Ini contohnya, ini penyusup nih. Keluar, angkat, sini kamu juga kelompoknya sini,” sambungnya saat melihat adanya oknum-oknum penyusup.

Mengatasnamakan Rakyat
Komandan TNI beserta jajarannya sangat menyayangkan masih ada saja penyusup dalam aksi unjuk rasa mahasiswa. Para penyusup ini yang mengatasnamakan rakyat mampu menghancurkan niat baik mahasiswa yang sudah terbentuk di awal. Pihaknya juga tak ingin para mahasiswa yang memiliki intelektual pandai menjadi korban karena aksi penyusup tersebut.

“Saya tidak mau mahasiswa yang punya niat baik, disusupi seperti ini yang mengatasnamakan dirinya rakyat. Sini keluar mas, sini sampean dari mana?,” kata komandan TNI memberikan ultimatum.

“Tiga orang sana tuh. Heh, tiga orang yang sana ikut sini,” timpal pria perekam video.

“Contohnya seperti ini adik-adik. Saya sangat sayang, adik-adik punya intelektual yang pandai, generasi penerus kami. Tetapi kalau disusupi oleh preman-preman, yang terjadi apa?” tanya sang komandan.

Pemicu & Penyebab Keributan
Oknum-oknum penyusup seperti inilah yang nantinya menjadi pemicu terjadinya keributan. Mereka jugalah yang akan memecahkan bangunan, kendaraan TNi atau Polri hingga fasilitas umum terlebih dahulu. Imbasnya, para pihak keamanan bisa saja melakukan salah sasaran kepada mahasiswa bukan oknum tersebut.

“Nanti adik-adik, orang-orang seperti ini dia akan pecahkan dulu, pyar. Kaca mobil kalau perlu mungkin mobilnya TNI atau mobilnya Polri, yang terjadi apa? TNI Polri akan menjaga dan enggak sadar, salah lirik, salah sasaran menangkap adik-adik. Itulah penyebabnya ribut,” sambung sang komandan.

“Adik-adik harus pahami itu. Contoh seperti ini, masya Allah nih, adik-adik coba berpikir ini jelas bukan mahasiswa. Sama juga dengan ini rekan saya Pak Ali, dia Kapolres. Saya atang ke sini pertama adik-adik, kalau kami punya prinsip ‘Ngluruk tanpo bolo’,” tandasnya.

TNI Bongkar Penyusup Demo
Hanya dengan satu pertanyaan, komandan TNI ini berhasil membongkar para penyusup unjuk rasa mahasiswa. Mereka langsung dibuat diam tak berkutik.

Sumber: medeka

Loading...